ketika hidup tanpa jati diti
ketika belum sempat aku menata diri
akan tetapi tugas sudah siap menanti
ketika belum dapat aku mencuri nafas
berbagai masalah datang tanpa lepas
aku bingung harus apa
aku terdiam meratapi
keadaan tanpa jati diri
aku letih jika harus bersabar
aku tak punya kekuatan untuk bertahan
dengan satu pun alasan
rasanya aku mampu untuk menghadapi
akan tetapi apa mampu saja mencukup
sedangkan aku tak punya lagi ambisi
yang menjadi kekuatanku berdiri
apa memang hidup harus dijalani dengan seperti ini
mencoba bertahan dan berjuang demi perubahan
dengan segala daya dan upaya
hanya untuk membuktian eksistensi diri
saat ini jujur tak ada lagi harapan dan keinginan
hanya menjalaninya seperti air yang mengalir
melalui setumpuk doa dan niat yang wajib
aku kemudian menunggu sang takdir
akankah datang dan pergi dengan leluasa hati
