25/03/2008

Menata rencana masa depan…


Ada beberapa hal yang ingin saya lakukan dalam waktu dekat ini, antara lain :

  1. Mewujudkan kado ulang tahun saya segera mungkin sebelum hari H
  2. Membeli kado pernikahan untuk kakak tercinta di pertengahan tahun ini
  3. Melanjutkan studi saya [mungkin] di akhir tahun ini
  4. Merencanakan liburan akhir tahun.
  5. Pengen ngurusin badan dan nyehatin tubuh, bisa ga ya??plus mengkhusyukan diri beribadah.

Semoga keinginan saya ini segera terwujud at least bisa terwujud di tahun ini juga
Amien

 

Setelah itu mulai menata kehidupan berkarir, percintaan, kekeluargaan dan berlingkungan masyarakat

 

Untuk karir :

  • Saya ingin mendedikasikan diri untuk pekerjaan sekarang ini as a maper, as an operator, as staff at BPTPD in PUSDATA Ministry of Public Works.
  • Melakukan perkerjaan atas dasar keikhlasan dan kewajiban tanggung jawab terhadap negara [walaupun belum jadi PNS] tapi setidaknya my job is not the only one money orientation. Hem hem..
  • Ingin punya kedudukan yang baik, seatle and comfort for moving to another divisions, ga cuma jadi kacung doank. Penting ga yah harus pindah dari Balai Peta??
  • Mau lebih totalitas dalam bekerja, have a work time yang jelas. Nine to five or eight to six?? perhaps.. lebih serius bekerja dan mempergunakan waktu kerja ya untuk kerja bukan untuk yang lain :p
  • Punya korelasi yang baik dengan partner kerja, with anybody else and whenever/wherever must work. OK,, jangan berburuk sangka terhadap orang-orang yang ada di lingkungan kerja dan harus ramah terhadap siapapun.

 

Untuk percintaan :

  • No comment

Sepertinya menunggu saat yang indah datang pada waktunya, the best choice for this time. Pasrah aja deh

 

Untuk keluarga :

  • Lebih mendekatkan diri dengan keluarga inti, dekat maupun jauh.
  • Harus punya kepekaan sosial, empati, dan solideritas yang tinggi pada saat-saat tertentu.
  • Harus lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga agar tercipta komunikasi dua arah yang baik dan selaras.
  • Yang paling penting membahagiakan Ibunda Tercinta… .i love u so much Mom…

 

Untuk bermasyarakat dan berlingkungan :

  • Mau menghubungi teman-teman lama yang hampir hilang komunikasi untuk hidup yang berkesinambungan.
  • Lebih ramah dan aware terhadap lingkungan dan tetangga [sebelah rumah, depan rumah dan belakang rumah].
  • Mulai aktif lagi dikancah perkampungan..hehehe

 

Doakan saya ya…


Yang pasti sih pencapaian yang ingin benar-benar diwujudkan saat ini adalah bisa khusyuk lagi beribadah, bisa menjalankan ibadah dengan tepat waktu dan khidmad, mau belajar ngaji atau setidaknya masuk ke dalam pengajian untuk menambah ilmu pengetahuan dan iman&takwa, mau memulai mengingat akhirat kemudian berencana untuk membuka tabungan akhirat yaitu banyak-banyak beramal dengan zakat, infaq dan sadaqoh. Banyak berdzikir, membaca kitab suci dan melafadzkan ayat-ayat suciNya, mau ngelanjutin kebiasaan puasa senin-kamisnya karena kemaren sempet postpone gara-gara gangguan kesehatan, dan berteman dengan orang sholeh dan sholehah supaya kecipratan keshalihannya, pokoknya mau ngikutin Obat Hatinya Opick deh.

“Obat hati ada lima perkaranya, yang pertama baca Qur'an dan maknanya, yang kedua perbanyaklah berpuasa, yang ketiga dzikir malam perbanyaklah, yang keempat sholat malam dirikanlah, yang kelima berkumpulah dengan orang-orang sholeh"

Insyallah,,,,,Amiennnnnn Ya Robbaallamin


Mudah-mudah doa ini didengar Allah Subhanahu Wata’ala


Ya Allah SWT semoga diriMu tak melepaskan seribu rasa genggamanMu dariku, memberikan banyak cobaan untuk mengasah kebijakanku, tidak memberikan perasaan terhadap lawan jenisku untuk menumbuhkan selalu rasa cintaku padaMu, memberikan banyak waktu dan tempat untuk tempatku mengadu, berkeluh kesah dan bersujudku tanda niat taubatku padaMu, memberikan pengalaman spiritual untuk mempertebal imanku, memberikan setiap nikmatMu sebagai tanda syukurku dan membiarkan rasa ikhlasku mengalir dalam lika-liku paketan hidupku dariMu.

 

 

Maha Suci Allah dengan segala FirmanNya…

                            

16/03/2008

Kenapa kamu harus datang lagi..??

 

 

“Kenapa kamu harus datang lagi ketika perasaan ini mulai stabil, ketika aku baru mau memulai segalanya dari awal, ketika aku benar-benar mau melupakan kamu dan segalanya?? Kenapa baru kasih kejelasan sekarang, kenapa harus aku duluan juga yang mulai?? Kenapa harus ada pertanyaan dulu sebelum kebenaran itu terkuak?? Dan kenapa harus lewat media ini kamu tahu perasaanku?? Kenapa, kenapa, kenapa?? Dasar orang aneh…”

 

 

Sampai capek saya harus tanya kenapa..??

 

 

Dan..penyakit saya mulai kumat [pusing lagi boo,,kalo inget nih orang], semoga ga migrain atau sakit yang berlebihan lagi [kerjaan masih numpuk neeh, masih banyak peta-peta yang harus saya petakan..hehe], dan membuat saya tidak nyenyak tidur di malam harinya [euhgg kan jadi ngantuk di kantor] hiks..hiks

 

 

“Kalau kemarin kamu bilang, kamu sumber penyakitku, kayanya emang bener deh, soalnya kalau aku ingat kamu perasaan kepala jadi sakit, detak jantung jadi ga normal lagi, ga bisa tidur nyenyak, jadi irasional, jadi menye-menye, tapi untungnya ga marah-marah mulu sih. Jadi kesimpulannya kayanya emang kamu sumber penyakitku”

 

 

Case Close

 

 

Bisa ga sih kita membenci orang semudah membalikan telapak tangan?? [mungkin telapak tangan yang ada piring di atasnya kali ya??]. Rasanya hampir setengah mati [ih lebay] saya berusaha untuk membenci dirinya agar perasaan ini menjadi lebih baik. Seperti katanya, “bencilah aku, jika itu membuatmu lebih baik”. Namun nyatanya tidak semudah itu, bisa saja saya sumpah serapah, caci memaki dan hina mengdina-i dia tapi ternyata hati ini ga sanggup. Selama ini perasaan saya ke dia tulus, niat saya juga baik, walaupun pada akhirnya semua itu akan berakhir dengan cara yang mengenaskan [hiper..]. Jadi sepertinya usaha significant yang saya lancarkan akhir-akhir ini berasa sia-sia. Padahal udah mau ngerasa baik-baik ajah, sehat-sehat ajah, normal-normal ajah, dan tenang-tenang ajah. Tapi ternyata koq ya dia datang lagi.

 

 

Hhhh…[menghela nafas panjang]

 

 

Mungkin kalau kemarin itu saya ga kasih statement yang jutek, dia juga ga akan buka suara. Entah karena apa?? Emang pembawaannya yang setengah aneh itu atau sok-sok an bersibuk ria. Biarlah hanya dia dan Tuhan yang tahu, i don’t mind. Walaupun saat ini saya sudah tahu apa alasan dia itu, tapi sampai detik ini saya juga ga bisa nyerna dengan baik, otak saya lagi postpone untuk sementara waktu ini. Mungkin si otak latah kali ya, ikut-ikutan si hati, atau malah mereka bersinkronisasi atau malah berkolaborasi. Ahh entahlah. Tapi yang jelas sosok ini cuma seonggok tubuh berbalut perasaan hampa *sambil nyanyi lagunya Ari Lasso*.

 

 

“Aku cuma mau kamu jujur, jujur sama perasaanmu, jujur sama dirimu sendiri. Ga lebih, karena sampai saat ini aku masih ga ngerti jalan pikiranmu kemana. Kalau kamu ga tega ngeliat aku terpuruk dalam tempurung, ya kenapa terus jadi begini?? Bisa kan ngomong baik-baik, bisa kan ga ngilang dengan jejak, bisa kan kasih penjelasan yang masuk akal"

 

 

Saya ga sambil nyanyi Jujur-nya Radja loch,,coz I hate the band.. :p

 

 

Sampai saat ini saya masih mencoba bertahan untuk menunggu niat baik dari si dia, entah dalam bentuk apapun. Entah dia sadar atau ga, kalau saya masih nunggu, saya ga mau ambil pusing. Nunggu niat baik tuh maksudnya, niat baik dia datang atau lewat media apapun untuk menceritakan segala sesuatunya, mengclearkan semuanya [kalau dia bilang itu beda versi, versi dia dan versi temannya], mengutarakan keinginan dan perasaannya, dan mencari jalan terbaik untuk semuanya. Banyak banget ya permintaan saya, ya iyalah [masa ya iya donk] karena saya ga mau membenci orang sampai dibawa kubur [dasyat] maksudnya saya ga mau mengubur seseorang dalam hati ini. Saya juga ga mau masalah ini mengambang begitu saja, kecuali memang itu yang dia kehendaki. Saya cuma bisa pasrah terima kenyataan dan keadaan, dan sekali lagi hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

 

“Iya, aku memang mau kamu hilang, menghilang untuk selama-lamanya tapi entah dalam kehidupan ini atau dalam hati ini. Kalau kamu masih mau datang, untuk apa lagi?? Jika itu hanya akan melukai hatiku, jangan datang dan kembali kalau kamu cuma ingin semua ini berakhir dengan luka. Sakit tau, perih tau, ngerasain ga sih??”

 

 

 

Walau saya sudah susah payah mengerti kecuekan dia selama ini, walaupun saya sudah mencoba mengerti idealisme-nya dan segala tetek-bengek-nya [ups maaf, bukan jorok] tapi sepertinya dia tetap saja buta mata hati. Terlalu angkuh untuk mengakui, terlalu sok berksatria untuk mengalah, dan terlalu eegghhhh susah diungkapkan dengan kata-kata.

 

 

Ya sudahlah,,mungkin begini lebih baik

 

 

“Oya ada satu pertanyaan lagi yang belum sempat ditanyakan, nanti deh kalo sempet, ga etis mo di tulis lewat media ini”

 

 

Buat teman-teman saya :

 

Thanks for the attentions, I know that only you are who will keep me cool in down, keep me hold in you’re arms and keep me strong event I’m very shock and drop. Walaupun cerita saya ini sudah menjadi rahasia umum [berasa seleb gitu dech..hehe] tapi tetap saja terima kasih yang terkira untuk orang-orang yang ada disekitar saya. Jarak dan waktu yang memisahkan kita tak menjadi halangan untuk saling mengisi, mengerti dan tetap menemani di kala waktu-waktu yang dibutuhkan. Terima kasih untuk supportnya, untuk doanya, untuk perhatiannya, untuk waktunya, untuk comment di blognya dan untuk pulsanya..hehehe…I love u all my friends

 

 

 

[Akhirnya kamu nengok blog-ku juga?? Secara ya dirimu kan super-sibuk-sekali]

 

 

Thanks my blog,,,being interface communication between us ;)

10/03/2008

Feel Better

 

 

After all this time… akhirnya saya bisa melewati semuanya, kini memulai lembaran yang baru. Setiap manusia pasti punya fase kehidupan yang berbeda-beda. Kemarin saya mungkin belum siap menerima fase kehidupan yang telah digariskan Tuhan untuk saya, tapi sekarang saya sudah siap untuk menerimanya sebagai kenyataan. Walaupun berat dan terasa menyesakkan tapi semuanya harus dilalui dengan lapang dada. Tentu saja banyak orang dan hal yang berperan dalam pemulihannya, terima kasih untuk teman-teman setia saya, terima kasih untuk waktu yang membalut luka hati ini, terima kasih untuk sakit fisik yang saya alami karena rasa sakitnya meredam sakit hatinya, terima kasih rasa amarah untuk mengcover emosi jiwa dan terima kasih untuk takdir, dengan takdirlah kebijaksanaan datang tanpa diminta.

 

 

Setelah denger lagu yang menye-menye jadi gimana gitu, ga ngerti juga sih kenapa bisa langsung sedih, ngedrop dan menarik diri dari orang-orang sekitar. Dan yang paling bikin nyesek adalah ketika habis nonton film “Ayat-Ayat Cinta” yang menyayat hati itu, nampar banget boo, bikin makin ngerasa hopeless ajah. Sumprittt. Tapi habis itu [seminggu kemudian] udah bisa cekakak-cekikik terus masih bisa marah-marahin orang lagi. Hahaha puas rasanya. Semoga hal pahit yang kaya gini cuma terjadi saat ini saja dan untuk besok-besoknya jangan lagi deh. Ampun Jendral,,, Oh iya kesibukan dan pekerjaan yang menumpuk juga jadi faktor terpenting dalam pemulihan “heart sick” saya, karena demi pekerjaan yang ujung-unjungnya Rp..Rp.. semakin membuat saya “gila kerja”. Hahaha. Kalau ada duit mah eike ga sedih lagi boo… dari pada nangis dan manyun-manyun mending shopping dan hura-hura duonk… *dudidudidum* [absolutely MATRE mode on].

 

 

Banyak pelajaran yang saya ambil dari “pesakitan” kemarin, banyak orang yang saya bikin khawatir karena keegoisan, banyak yang harus diperbaiki dari organ tubuh saya gara-gara “penyiksaan diri” kemarin [kepala jadi sering migrain, imunitas tubuh berkurang/gampang sakit, mata bengkak karena kebanyakan nangis, *fuih* malu-maluin banget dah].

 

 

Bentar,,,,,lagi dengerin Yovie&Nuno…… judul lagunya Sempat Memiliki

 

 

Mengapa kita bertemu bila akhirnya dipisahkan
Mengapa kita berjumpa tapi akhirnya dijauhkan
Kau bilang hatimu aku nyatanya bukan untuk aku

 
Bintang di langit nan indah dimanakah cinta yang tulus
Masihkah aku disana direlung hati dan mimpimu

 
Andaikan engkau di sini
Andaikan tetap denganku

 
Reff :
Aku hancur, ku terluka, namun engkau lah nafasku
Kau cintaku meski aku, bukan dibenakmu lagi
Dan ku beruntung sempat memilikimu

 
Engkau mengatakan merindukan diriku lagi
Ingin ku sampaikan ku tak hanya sekedar ...


[yang titik-titik masih belum jelas liriknya itu atau hidup atau ilu???]


Huahaha,,,mau ketawa, ngakak karena ngerasa “gw banget”……

 

Tapi dilirik itu ada kata-kata yang menjadi penekanan yaitu
“Dan ku beruntung sempat memilikimu”

nah itu yang gw ga demen dah,,,coz gw ga beruntung untuk dapetin dia *tsah*

 

Wakakakakaqqq…

 

 
Akhirnya saya jadi mengerti kenapa saat ini saya diberikan perasaan dan peristiwa seperti ini [ih gw lebay banget deh, masa cuma “digituin” doank berasa dikhianati semua orang di dunia…hiperBOLis bgt] mungkin dengan begitu selera, gairah *halah* dan inspirasi untuk menulis jadi bangkit kembali [setan kali bangkit dari kubur :p]. Ya mungkin imajinasi dan kreatifitas seseorang bisa timbul/muncul kapan saja setelah adanya inspirasi dari seseorang ataupun sesuatu hal yang patut untuk di share oleh orang lain.

 

 
Cerita saya ini memang untuk konsumsi publik koq, saya ga takut cerita saya di ambil atau dikutip orang lain apalagi dirasain juga. Karena pasti ga ada yang mauk,,,huhuhuhu bisa rugi bandar dia..haha.. So anyone, everyone, or somebody else and everybody in somewhere [hahaha body is badi is bedi, kemana yak tu orang :p] who want to know me more, now just read my “ordinary” blog with the pleasure. Keep Blogging :)

 

 
This is only a pieces of my diary life

 

 

**disela-sela malas menonton tv dan menunggu si cel OL tp kga OL juga**

02/03/2008

Ketika seorang pencemburu curhat kepada si yang sering dicemburui



“Kenapa ya mba dia1 tuh ga pernah bisa jujur sama aku tentang dia2??”

 
“Emang dia2 sebaik apa sih mba??”

 
“Emang dia2 sehebat apa sih mba?? Sampai-sampai dia1 rela ngorbanin apa aja buat dia2”

 

 

 Spechless saya…

 

Segitunya kah perasaan si gadis ini?? ya saya tahu dia amat kecewa dengan dia1 karena tidak pernah jujur dan terbuka untuk masalah yang satu ini. Masalah yang sebenarnya bukan masalah besar, tapi cukup rumit untuk dijelaskan apalagi dijabarkan dengan ilmu aljabar. Hehe. Buat saya masalah percintaan kadang sering bikin kepala ini sakit, perasaan ini tercabik-cabik dan fikiran ini melenceng jauh. Entah itu love story-nya orang lain atau love story saya sendiri, ya yang pasti kalau pengalaman pribadi saya tentang cinta sih ga pernah ada ceritanya indah tuh, pasti kelam semua [hhh…menghela nafas sesaat].

 

Untuk case kali ini si gadis yang merupakan adiknya sahabat saya sekaligus pacarnya teman saya dan orang yang selalu cemburu sama teman saya juga [nah lo bingung,,bingung deh lo] sekarang sedang merasa bahwa hubungannya sangat tidak sehat. Karena selalu dibayangi rasa ketidaknyamanan atas ketidakJUJURan dan ketidakMENGERTIan dia1 akan perasaannya. Gadis ini pernah merasa sakit hati karena pada satu ketika dibohongi dia1 yang diam-diam menemui dia2 di satu kesempatan tanpa konfirmasi sebelumnya. Entah awal mulanya bagaimana?? Tapi yang jelas memang kejadian waktu itu bikin dia trauma dan benar-benar sakit hati pada dia1 dan dia2.

 

Hmm menurut saya cemburu itu wajar koq dalam hal berpacaran [ciye elah,,sok banget gw padahal pacaran aja kga pernah ;p] sebatas rasa cemburu itu dengan kadar yang normal dan dalam kondisi yang aman. Maksudnya cemburu boleh aja asal jangan cemburu buta, dan tau siapa yang perlu dicemburui dan siapa yang ga ‘penting’ dicemburui. Gitu loch. Dalam case si adek ini sih sebenernya wajar kalau dia sampai cemburu begitu karena memang ya dia1 emang rada-rada, lagian ngapain juga harus keep silent kalo cuma mo nemuin dia2? Bilang aja jujur napah kalau emang mau kontak atau mau pergi atau mau ketemu atau apalah yang berhubungan sama si dia2 itu. Ga perlu ditutup-tutupin, lagian yang namanya kebohongan lambat laun akan ketauan juga koq. Saya ga tau ya, sebenernya ada motif apa dibalik sikap NGUMPETNYA itu? Tapi bentar, si dia2 pernah ngomong sih sama saya kalau si dia1 itu CEMEN, PENGECUT dan GA GENTLE gitu. Saya sih sampai sekarang juga ga ngerti apa maksudnya, tapi sepertinya sedikit-sedikit saya mulai menyadari bahwa……… [ga mau berasumsi aahh]. Lepas dari soal cemen-cemenan, yang pasti si gadis ini ternyata mikirnya sampai jauh loh, dia jadi berasumsi bahwa dia1 itu berfikir kalau pacarnya [si gadis] akan mengapa-apain si dia2 kalau sampai ketahuan mereka saling kontak it’s mean kalau si gadis berfikir apakah dirinya segitu jahatnya kah?? Segitu sadisnya kah?? Segitu kuatnya kah sampai-sampai dia1 berfikir kalau dia akan menganiaya dia2 [sadis,,,*hiperbolis mode on*]. Ribet euy nyeritainnya.

 

 
“Kenapa sih mba, dia1 pengen banget ngejagain dia2 dan bilang kalau dia2 salah satu dari berapa orang di dunia ini yang akan selalu dilindungi?”

“Kenapa sih mba, aku yang pacarnya tapi dia ga bisa terbuka untuk ngomongin segala sesuatu dan lebih memilih ngomong sama dia2?”

 


“Kenapa sih mba, harus ada dia2 diantara aku dan dia1?”

 

 dan masih banyak lagi…

 

Terus terang saya sih belum bosan dan Insyallah ga akan pernah bosen denger cerita si adik kecil ini, karena saya senang koq jadi Problem Solver untuk orang lain. Karena ini juga bukan untuk yang pertama kali koq saya jadi pendengar yang baik , penyejuk hati ataupun penasehat sejati *halah lebay deh* tapi lebih tepatnya sih tong sampah. Haha. Walaupun terkadang saya bingung mencari siapakah Problem Solver untuk diri ini?? Saya kadang suka kasian sama gadis ini, sering banget nyakitin diri sendiri dengan hobinya menangis. Padahal nangis juga ga akan ngerubah apapun bukan?? Makanya saya cuma pengen kasih spirit sama dia, kasih kekuatan, syukur-syukur bisa ngasih nasehat yang akan membuat semua menjadi lebih baik. Amien.

 

Pertama-tama dia minta nasehat saya untuk gimana caranya bisa menghilangkan rasa cemburunya sama si dia2 dan sekaligus membuang prasangka buruk yang bikin sakit hati terus-menerus [penyakit hati tuh]. Saya bilang “kamu tau ga apa rasanya dicemburuin?? Cobain deh sekali-kali ntar pasti berasa”, saya minta dia untuk menempatkan diri sebagai si dia2 yang notabenenya si tersangka atau si yang dicemburui. Kemudian baru saya jelaskan bagaimanakah rasanya menjadi sosok yang seperti itu, “tau ga dek rasanya?? Ga enak banget, nyakitin, rasanya seperti makan buah simalakama, sama sakitnya sama yang cemburu, kita ga pernah ngelakuin hal-hal yang negative, ga melakukan kejahatan, dan ga berbuat hina tapi berasa ada dosa di depan mata, ada orang yang sakit hati karena kita, ada orang yang benci sama kita, ada orang yang marah sama kita bahkan mungkin akan memaki-maki [lebay] dan ada orang menderita karena kita. Padahal kita ga ngapa-ngapain?? Rasanya lebih sakit dari yang dicemburui, rasanya lebih rendah dari yang hina dan lebih nista dari yang kotor” wuuu…… Ya karena pengalaman pribadi maka lancarlah saya berfalsafah *tsah*.

 

Mungkin cuma dari situ gadis itu mulai mengerti kali ya, bahwa ga ada fungsinya dia cemburu sama si dia2 karena hubungan mereka pure cuma temenan/sahabatan tanpa embel-embel lainnya. Lagipula si dia2 sudah punya belahan jiwanya koq, jadi ga ada alasan juga kalau masih cemburu, kecuali saya. Jelas karena masih tetap setia menjomblo ga jelas, wajar kalau dicemburui banyak orang. Kemudian si gadis sudah mulai menata hati, dimulai dengan membuang jauh-jauh negative thinking-nya, rasa cemburunya, rasa sakit hatinya dan mulai menjalin komunikasi yang baik dengan si dia2. Percaya ga percaya bahwa komunikasilah yang dapat meruntuhkan dinding antara si A dan si B yang ibaratnya si pencemburu dan yang dicemburui agar lebih bisa bertukar fikiran antara satu sama lain. Tau isi otak masing-masing gitu deh bahasa gampangnya.

 

“Aku udah coba mba untuk bisa baik sama dia2 walaupun dalam hati masih sakit hati banget sama masalah yang dulu, tapi kenapa dia1 ga bisa ngeliat niat baik aku dan malah nutup-nutupin kalau ada segala sesuatu yang berhubungan sama dia2”

 

“Emang aku dianggep apa mba??”

 

Nah kalo pertanyaan yang terakhir bukan kompetensi saya untuk ngejawab :) 

 

“Kenapa sih dia1 ga pernah bisa jujur sama aku?”

 

“Kenapa sih dia1 ga bisa ngertiin perasaan aku?”

 

“Kenapa sih dia1 selalu ngebohongin aku untuk masalah dia2?”

 

Kayanya pertanyaan itu pantasnya diajukan ke dia1 deh…Karena kalau ke aku sama-sama ga ketemu jawabannya.

 

Rasanya kalian perlu komunikasi dua arah dulu deh baru memperluas jaringan jadi tiga arah..hehehe…antara aku, kamu dan dia [gitu pribahasanya].

 

Aku sebenernya niat banget untuk mencari tahu ada apakah gerangan, akan tetapi dia1 ini orangnya super cuek dan sedikit sensitive kalau untuk masalah beginian. Aku mungkin bukan orang yang menurutnya tepat untuk diajak diskusi untuk hal ini. Pernah aku coba tanya, tapi jawabannya datar dan terkesan ga ada respon, so close case aja kalo gitu. Tunggu kesempatan yang lain ajah saat dia benar-benar siap dan enak untuk diajak bicara. Terus terang sayapun memang bukan orang yang teramat dekat dengan dia1 karena semula yang dekat dan yang sering bertukar fikiran dengan dia1 adalah dia2, namun apakah dengan cara meminta pertolongan dia2 akan menyelesaikan masalah yang terjadi antara dia1 dan si gadis?? Saya rasa itu bukan cara yang tepat…tapi ga tau juga deh, perlu dicoba ga yah??

 

So buat si gadis sekaligus adik kecil, sabar ya, aku cari timing yang tepat untuk sharing sama dia1 itu tapi inget ga boleh cemburu loch,,,hehehe *piss yo*

 

 

 

Dia1  : pacar si gadis yang notabenenya teman saya
Dia2 : teman/sahabat wanitanya dia1 atau si yang dicemburui yang notabenenya teman saya [juga].

13/02/2008

Menanti sebuah kepastian *halah*

Pengennya sih sesuai target tapi kayanya bisa melenceng jauh nih. Dalam hati "semoga bulan juli udah dapet, biar orang-orang liat gw bawa tentengan gitu,kekekeq" tapi kayanya kenyataan masih jauuh banget deh. Ya tapapalah yang penting udah usaha, daripada ga ada usahanya sama sekali. Yukss mariii...

Terserahlah orang-orang itu mau bilang apa. Dalam hati tereak "emang gue pikirin" hahaha [serasa Maia Ratu ajah :p]. Ya daripada gw juga stress mikirin hal-hal yang ga penting mulu, malah nambah berat badan gw ajah [lha apa hubungannya coba??]. Kadang jadi orang baik suka disalah artikan, jatohnya susah kan tapi kalo jadi orang jahat lebih susah lagi, dibenci orang, dimaki-maki, malah ada yang nyumpahin segala itu lebih berat. Ya elah [bak] makan buah simalakama. So enaknya jadi orang pegimana yak??

Bodo Amat lah, ga mau mikir yang berat-berat, lagian ngejalanin hidup kaya gini ajah udah berat apalagi ditambah pikiran yang aneh-aneh. Ampun dah!!

Tuh kan postingan gw kali ini kaga makna abis, udah gitu bahasanya semau-GW-gitu, hahaha

Yang pasti [kali ini serius nih] saya cuma ingin baik, entah berbuat baik atau berasumsi baik sama kamu, karena saya tau setiap kebaikan yang saya tebar pasti akan menuai kebaikan juga walaupun entah siapa yang akan membalasnya dan walaupun itu bukan melalui kamu tapi saya yakin keikhlasan saya untuk baik akan dianggap hal yang baik pula oleh Yang Di Atas,,[amieen]..

huhuhu..so sweet

07/02/2008

Menunggu saatnya tiba,,,

Entahlah sampai kapan kehidupan ini akan terus berjalan seperti ini, dari waktu ke waktu tetap saja sama. Saya masih saja duduk sendirian di ruang tamu sekaligus ruang menonton tv, memencet tombol remote dan mengganti channel tv, tak tentu arah, dan telah terbiasa dari umur belasan tahun. Kemudian saya berfikir, kenapa bertahun-tahun hanya seperti ini?? Tapi kembali lagi saya harus menguatkan hati jika “sesuatu yang indah pasti akan datang tepat pada waktunya” hanya itu saja gumam saya dalam hati. Berharap saat indah itu akan segera tiba.

Beruntung ibunda tercinta telah mengerti keadaan putrinya ini, beliau tak lagi bertanya sampai kapan saya akan terus begini, kapan saya bertemu dengan jodohnya dan tak lagi menggurui saya serta menceramahi saya untuk apa kehidupan yang akan datang kalau bukan untuk menikah dan meneruskan keturunan. Beliau tahu bahwa saya sekarang sudah cukup pasrah akan keadaan, menerima apa yang telah digariskan Tuhan untuk saya dan akan menerima dengan suka cita bila saat itu tiba. Ibu sudah cukup mengerti seperti apa jalan fikiran saya, seseorang yang selalu punya planning ke depannya, seseorang yang sangat prinsipil atas apa-apa yang akan dilakukannya, dan seseorang yang menjalani kehidupan ini dengan apa adanya tanpa kenal lelah bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sebelumnya saya pernah mengutarakan planning apa yang telah saya buat dalam jangka waktu pendek ini, berkisar 1 sampai 3 tahun ke depan. Bersyukur karena beliau sudah sangat mengerti saya, jadi beliau fine-fine saja, terima kasih Tuhan dan tolong jangan biarkan beliau kembali menuntut hal yang belum bisa saya wujudkan karena takdirmu, amien. I love u Mom,,,,muach1000x

“Makanya bu besok-besok ga usah dengerin apa kata orang-orang itu, biarin ajah, cuekin ajah yang penting aku kan jalannya lurus-lurus ajah, masalah jodoh mah udah ada yang ngatur. Okeh?? " Akur dah :)

Kelegaan sesaat setelah mengetahui bahwa ibu tidak lagi memaksakan saya untuk segera mencari seorang pendamping. Jadi saya bisa melanjutkan cita-cita saya tanpa rasa bersalah [ciyeh,,sok suci gitu gw].

Hanya saja [semoga] orang-orang disekitar saya tidak menuntut banyak akan kehidupan pribadi saya. Berdoa sajalah kalian untuk kebaikan saya dan tolong jangan memaksa saya untuk segera-segera-dan-segera mewujudkan apa yang kalian (dan saya tentunya) inginkan. Jadi saya tidak harus pusing-pusing mencari jawaban atas pertanyaan kalian ataupun bergegas-gegas mencari siapa-saja deh yang mau sama saya. Maka dengan ikhlas biarkan saya berkata “ya doain aja secepatnya”,,,hehehe.

Tapi tetap saja saya tidak bisa membohongi bahwa hati ini sudah mulai tak bisa berjalan sendiri lagi. Saya butuh spirit dari orang terdekat, butuh motivasi dari seseorang yang spesial dan butuh tatapan masa depan [halah].  Sudah hampir 4 tahun hidup dengan ketegaran seorang diri ternyata akhirnya hati dan batin ini mulai rapuh dan butuh energi tambahan [minum pocari sweet aj klo gitu non, pengganti ion tubuh yang hilang :D].

Ssttt tapi ini cukup untuk supply pribadi ajah yah…

But Common deh umur saya masih awal 20an, teman-teman seusia saya juga lagi heboh-hebohnya nyari duit, lagi asyik-asyiknya kerja, lagi menikmati hidup, ngapain juga dipusingin sama “kebiasaan” yang bukan kebiasaan juga kalee. Sekalipun teman saya yang sudah punya pasangan, mereka juga ga repot koq sama hubungan mereka sekarang dan ga lantas buru-buru mengambil tindakan untuk mewujudkan “kebiasaan” itu. Ini udah tahun 2008 bukan saatnya “kebiasaan” kalau orang sudah tamat sekolah (kuliah) trus dapat pekerjaan kemudian secepatnya mencari jodoh guna melangsungkan pernikahan. Duhh ntaran deh saya masih pengen menjelajah Indonesia bahkan dunia dulu [dunia nyata dan dunia maya :D], masih mau hura-hura, masih mau haha-hehe sana-sini, masih belum puas menjadi wanita karier, masih belum megang duit sekarung, masih pengen semau-maunya gw deh,,hehehe.

By the way, eniwey, busway, sekarang sudah bulan ke dua tahun 2008, saya berharap pertengahan tahun ini saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk sebuah benda. Semoga saja bisa menjadi kado istimewa buat saya sendiri, dedikasi dari hasil kerja keras saya selama 1 tahun lebih bekerja. Semoga saja Tuhan kabulkan itu,,,amien. Kemudian harusnya juga saya bisa mewujudkan keinginan hati dan batin yang tadi, tapi jikalau memang belum waktunya yuk mari kita lanjutkan kehidupan ini,,,[ye kenapa balik lagi?? Gubraks].

Tulisan ini hanya sedikit spirit buat saya agar selalu kuat dalam menghadapi segala tuntutan profesi atas keprofesionalitasan saya sebagai Makhluk Tuhan Yang Paling Sexy *ngarep mode on*

Be Patient,,,Be Nice,,,Be Pretty,,,Be Sexy,,,Be Happy pastinya
Stop Global Warming
No Drugs No Free Sex
And No Alcohol

[malah kampanye gw *LOL*]

Ps : untuk teman-teman saya, udah deh kaga usah nge-ceng-in gw mulu dah!!Piss yo..piss,,hehe

*Di saat hari libur imlek dan bosen menonton tv yang cuma itu-itu ajah isinya…

28/01/2008

in a DOUBT

Saya sedang ingin curhat,,,
jika anda-anda-dan-anda yang sering berkunjung dan membaca blog ini tidak ingin mendengarkan curahan hati saya, lebih baik di close saja, OK??

Yups,, setuju [katanya]

Kali ini perasaan saya benar-benar sedang absurd, saya hampir menjadi orang lain selama ini ternyata. Entahlah kenapa hal ini bisa dengan begitu saja terjadi, saat teman sekantor saya berkata "kemana aja lo??udah 3 bulan PDKT??tapi masih gatau apa-apa tentang dia??" *gubraks*. Gila!! Saya baru saja sadar ternyata selama ini saya belum kenal dia lebih jauh, hanya tau dia luarnya ajah.

Tergeraklah saya bertanya untuk sekedar lebih tahu siapa dirinya, maka mulailah dengan perbincangan awal melalui media Messenger ini, begini :
saya : tanggal lahir km kpn tho??
dia   : penting ya??
*gubraks*
[nilai sendiri siapa yang bodoh saat itu??]
Baru mau memulai pembicaraan eh malah udah dapet tanggepan yang kaya gitu, ihhh capee dee...mutung aja langsung.

Apa mungkin selama ini saya hanya menilai karakternya, mencari tahu sifatnya, berusaha menerima semua yang ada pada dirinya [padahal juga ga tau sama sekali], menjadi sok legowo (sifat menerima) ketika lama dicuekin dan didiemin gitu ajah dan menjadi lunak serta baik hati saat dia datang melalui sms permintaan maafnya. Sok nerima banget deh saya, padahal ya ga seperti itu perasaannya. Kesel, gondok, BT, kecewa semua campur aduk ketika hal-hal yang ga bisa diterima otak tanpa sadar mengganggu keinginan.

Sebentar sesaat berasa orang yang lagi fallin in love tapi seketika kemudian balik jadi broken heart. Bingung harus gimana jadinya, kadang ngerasa deket banget udah berasa [gw siapanya dia dan dia siapanya gw] tapi sesaat kemudian juga berubah jadi orang normal biasa yang baru saling kenal dan ngobrolin hal-hal yang ga penting [banget].

Saya belum mengerti rasa ketertarikan saya terhadap lawan jenis itu harus diukur dari segi mananya? Dari fisiknya kah? kepribadiannya kah? karakternya kah? latar belakangnya kah? tindak tanduknya kah? prinsip hidupnya kah? tingkat kemapanannya kah? ato malah dari isi kantongnya? *matre mode on* deh. Sumpah sampai detik ini saya belum mendapat jawaban yang bisa bikin saya jadi rasional seperti biasanya.

Terkadang komunikasi secara verbal dan non verbal diantara saya dan dia berjalan sangat baik, tetapi lebih banyak blank-nya. Kadang tidak ada kabar, kadang ada kabar tapi cuma dengan bahasa yang sangat datar, kadang berkabar ria, kadang ga jelas antara ada dan tiada, dan ya begitulah.

Diantara ketidakjelasan saya dan dia kemudian timbul pertanyaan, sebenernya antara saya dan dia ada apakah gerangan?? Saya sendiri juga bingung kalau ditanyain orang sebenarnya antara saya dan dia itu ada apa?? Karena sampai saat ini belum ada pernyataan ataupun perkataan yang keluar dari bibir apalagi perbuatan *halah*. Hanya saya, dia dan Tuhan yang tau apa isi hati masing-masing. Ugh dalem.

Kemudian sejak pertanyaan-pertanyaan ini mulai menggelantung difikiran si DOUBT yang sudah saya wanti-wanti untuk tidak hadir ternyata dengan indahnya nongol disaat saya benar-benar tidak siap. Lagi dan lagi [sambil nyanyi lagunya Andra&The Backbone] kisah perjalanan cinta saya harus jalan menggantung dan tidak jelas. Keraguan itu muncul ketika saya melayangkan fikiran apakah saya dan dia punya perasaan yang sama dan bahkan visi dan misi yang sama untuk ke depannya. Tapi yang ditakutkan kalau itu hanya keinginan dari sepihak dan bukan win-win solution dari apa yang terjadi.

Kalaupun nantinya saya dan dia ditakdirkan bersama [ciyeh] apakah saya siap sebagai pasangannya yang akan terlalu banyak dicuekin dan dinomor sekian setelah hal-hal yang belum saya ketahui?? "emang lo siap dicuekin gitu?" kata-kata itu yang selalu saya ingat. Dan jika memang tidak pernah ada takdir diantara saya dan dia apakah saya juga siap menerima kenyataan bahwa saya gagal lagi untuk memulai suatu hubungan yang baru. Siap sakit hati lagi?? Siap ditinggalin lagi?? Siap di'lepeh' gitu ajah setelah dideketin. Ichh jadi parno sendiri dah.

Satu hal yang harus dititik beratkan dalam case ini yaitu jika [mungkin] saya ingin mempunyai satu relationship dengan orang lain hendaknya dilandasi dengan komitmen yang setujui kedua belah pihak [seperti kata teman saya "kl memulai relationship sih emng hrs ada komitmen kali.."]. So untuk ke depannya saya harus lebih selektif lagi dalam melangkah dan bertindak jangan sampai apa yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip hidup ataupun pandangan hidup seorang enie. Gitu.

Tapi saya sedikit terhibur dengan apa yang dikatakan salah satu teman sekaligus fans *PD dasyat mode on* bahwa "jika ada seseorang yang bisa menerima saya satu paket lengkap dengan kelebihan bahkan keterbatasan saya maka orang itulah yang benar-benar menyayangi saya". Jadi terharu,,terimakasih teman!!

Akhirnya saya berharap [sangat] bahwa postingan ini memberi saya banyak pelajaran untuk mengerti arti relationship yang sebenarnya, tentang komitmen dan tata cara berhubungan yang baik dan benar *lha kaga nyambung dah*. Semoga dia [iya kamu] tidak membaca postingan saya ini, kalau baca juga ya saya hanya berharap dia tau dan mengerti apa yang sedang saya rasakan sekarang tapi semoga kamu tetap sibuk-sibuk-dan sibuk. [big smile] hehehe.

Di sela-sela waktu sangat senggang saya di kantor sambil chatting dengan beberapa teman  :)

My Photo
Powered by Friendster Blogs

eN's poem

  • LoveNie: "atas nama cinta"
    apakah anak manusia lahir atas nama cinta apakah kehidupan berjalan ini didasari cinta apakah kematian juga dijemput karena cinta suara tangis terdengar ketika helaan napas terakir sang ibu terlepas persoalan datang menghadang disetiap detik jantung kehidupan dan peninggalan bersisa ditinggal entah untuk diapakan karena tak mungkin dibawa mati dunia baru terlihat indah dan mengagumkan dunia fana terlalu perih buat dijalani dan dunia gaib mungkin akan dinikmati. cinta dari hatimu akan melahirkan kehidupan buah dari kerja kerasmu akan dinikmati oleh kehidupan dan kematian akan membawamu pada kehidupan setelahnya 16.12.06
  • LoveNie: "apakah bisa dibilang cinta"
    bolehkah saat itu ku berucap ketika mata ini pertama tertuju padamu sedesir perasaan kagum hinggap merasa terpesonakah diriku belum tau apa namanya ketika hati ini mulai bertaut mengangguk seakan seperti naluri manusia yang tahu akan tempat hati tertunjuk entah mengapa, rasa ini menyakitkan rasa sembilu muncul ketika merasa seperti penderitaan yang tersiratkan apakah dapat bila dibilang cinta pantasakah aku dapatkan rasa itu jika semua hal seakan tidak peduli haruskah terus ku berharap satu ketika cinta ini semakin tak terkendali 25 juni 2006 (23.03)