Surat Untuk Sahabat
Maafkan aku teman, bukan maksud hati untuk membuat
kalian khawatir akan keadaanku tapi sungguh aku ga rela jika kalian akan
merasakan apa yang sekarang aku rasain. Kalian ga pantas untuk ikut sedih,
kecewa, marah, sakit hati dan kehilangan kepercayaan diri seperti yang sedang aku
alami. Walaupun itu hanya sekedar mendengar ceritaku, mendengar keluh kesah dan
untuk coba mengerti aku.
Semoga dengan kesendirian ini aku dapatkan sesuatu
yang lebih berharga dari diriku sendiri, dari rasa sakit ini, dari semua yang
pernah ada dalam hidup ini, dan dari segala-galanya.
Maafkan aku teman karena aku sangat membutuhkan
kalian untuk berada disamping saat ini, untuk benar-benar menjadi teman, untuk
segera mungkin mengerti aku dan untuk menjaga setiap suasana hati.
Tapi rasanya rasa ego ini harus menyingkir penuh
untuk bisa meminta kalian ada di sini, ada untuku dan untuk menjadi pembenaran
setiap pasal-pasalku. Jadilah aku menyingkir dari kalian untuk sementara waktu
ini, aku janji hanya untuk sementara waktu. Dan tolong jangan anggap ini
sebagai masalah besar yang harus diselsesaikan apalagi dikhawatirkan. Sungguh
sahabat jangan biarkan aku lebih tersiksa oleh rasa khawatir itu.
“mak maafin aku, karena ga bisa nahan semua ini, ga
kuat nahan air mata untuk ga keluar, ga bisa nahan sakit dan perihnya nerima
kenyataan, ga bisa sekuat yang dulu, ga bisa setangguh yang dulu, ga bisa balik
lagi jadi enie yang dulu, maafin ya mak. Aku tahu kamu terus berdoa buat aku
dan begitupun sebaliknya aku selalu berdoa juga yang terbaik buat kamu. Jujur
malam itu cuma kamu yang tau gimana hancurnya hati ini, gimana kecewanya aku
sekaligus gimana rasa leganya. Sedihnya udah ga terasa lagi tapi rasa
penasarannya masih ada sampai sekarang, aku masih pengen tau alasannya tapi aku
udah ga punya kepercayaan diri lagi buat bisa percaya sama orang lain. Maaf ya
mak, biarin aku begini dulu, maaf juga sms yang ga bisa aku balas dan
teleponnya yang ga aku angkat. Aku cuma ga mau bikin kamu khawatir lebih karena
masih banyak hal yang harus kamu selesain. Sukses buat seminarnya yah, aku dukung
kamu kok mak. You are my beloved friend, Miss u mak”
Teman, terimakasih untuk jadi temanku
Sahabat, terimakasih untuk jadi sahabatku
Tiada terkira rasa indahnya bila bersama kalian,
tiada resahnya jika berkumpul bersama kalian dan tiada dua bahagianya ada di
tengah-tengah kalian.
Aku hanya ingin bilang bahwa aku akan baik-baik
saja, aku janji demi kalian.
Tunggu aku sampai saatnya nanti aku berhasil
membunuh perasaan sakit ini dan membuang jauh-jauh ketidaknyamanku. Tetaplah
menunggu sampai tiba waktunya.
**Dikala mencuri waktu dari kebiasaan baruku
[menangis]
Coba air
mata itu rasanya manis pasti aku mau sering-sering nangis apalagi kalau ga pake
bengkak :)

iya gpp enie...
kesedihan yang kamu sekarang alami akan membuatku lebih dewasa menata hati..untuk bisa menerima orang lain yang laen dari apa yang kamu rasakan di hati...
menangis itu nikmat eni..maka dalam tangisan itu rasakan apa yang dapat membuang jauh rasa sakit itu dan raihlah kebahagiaan didalamnya..karena tidak semua orang dapat merasakan tangisan yang sangat indah itu...
titip pesan buatmu...
jangan tangisi cinta yang hilang namun tangisilah akan dosa yang ada dalam diri kita..boleh menangisi cinta yang hilang karena cinta adalah bagian anugrah yang diberikan Alloh dan akan dirasakan oleh semua orang..tapi ingat itu dah ada yang mengaturnya dan kamu harus kembali kepadaNya
okey...luv u
Posted by: diana | March 15, 2008 08:31 PM
diana : thank you so much.. luv u too my beloved friend
Posted by: 'eNon eNie' | March 16, 2008 09:23 PM