« Ketika seorang pencemburu curhat kepada si yang sering dicemburui | Main | i hate u »

05/03/2008

Surat Untuk Sahabat

 

Maafkan aku teman, bukan maksud hati untuk membuat kalian khawatir akan keadaanku tapi sungguh aku ga rela jika kalian akan merasakan apa yang sekarang aku rasain. Kalian ga pantas untuk ikut sedih, kecewa, marah, sakit hati dan kehilangan kepercayaan diri seperti yang sedang aku alami. Walaupun itu hanya sekedar mendengar ceritaku, mendengar keluh kesah dan untuk coba mengerti aku.

 

Maafkan aku sahabat, kamu bukanlah orang yang tidak tepat untuk bisa dengar dan tahu pesakitan ini tapi jujur kalian ga pantas untuk aku tumpahkan rasa atas masalah yang sangat ga penting ini. Aku terlalu hina untuk bercerita, aku terlalu manja untuk berkeluh kesah, aku terlalu lemah untuk menerima kenyataan dan aku terlalu aneh untuk saat ini. Bukan karena kalian sahabat tapi karena diriku sendiri.

 

Semoga dengan kesendirian ini aku dapatkan sesuatu yang lebih berharga dari diriku sendiri, dari rasa sakit ini, dari semua yang pernah ada dalam hidup ini, dan dari segala-galanya.



Maafkan aku teman karena aku sangat membutuhkan kalian untuk berada disamping saat ini, untuk benar-benar menjadi teman, untuk segera mungkin mengerti aku dan untuk menjaga setiap suasana hati.

 

Tapi rasanya rasa ego ini harus menyingkir penuh untuk bisa meminta kalian ada di sini, ada untuku dan untuk menjadi pembenaran setiap pasal-pasalku. Jadilah aku menyingkir dari kalian untuk sementara waktu ini, aku janji hanya untuk sementara waktu. Dan tolong jangan anggap ini sebagai masalah besar yang harus diselsesaikan apalagi dikhawatirkan. Sungguh sahabat jangan biarkan aku lebih tersiksa oleh rasa khawatir itu.

 

“iya cel, it’s not the first time that I felt but it’s so hurt to accepted in my heart, maafin gw belum bisa cerita saat ini, tapi jujur malam itu gw butuh lo banget untuk ngasih spirit dan untuk ‘mukul’ gw lewat nasehat lo. Tapi mungkin gw ga terlalu sabar untuk nunggu lo ada, dan gw ga terlalu sabar untuk bisa ikhlas nerima ini tanpa air mata. Maafin gw yah… gw tetep akan cerita sama lo tapi mungkin ga saat ini. Please don’t worry about me and Thanks for being my best friend cel. Lo masih mau nunggu sampe gw cerita kan?? Gw butuh lo banget"

 

“mak maafin aku, karena ga bisa nahan semua ini, ga kuat nahan air mata untuk ga keluar, ga bisa nahan sakit dan perihnya nerima kenyataan, ga bisa sekuat yang dulu, ga bisa setangguh yang dulu, ga bisa balik lagi jadi enie yang dulu, maafin ya mak. Aku tahu kamu terus berdoa buat aku dan begitupun sebaliknya aku selalu berdoa juga yang terbaik buat kamu. Jujur malam itu cuma kamu yang tau gimana hancurnya hati ini, gimana kecewanya aku sekaligus gimana rasa leganya. Sedihnya udah ga terasa lagi tapi rasa penasarannya masih ada sampai sekarang, aku masih pengen tau alasannya tapi aku udah ga punya kepercayaan diri lagi buat bisa percaya sama orang lain. Maaf ya mak, biarin aku begini dulu, maaf juga sms yang ga bisa aku balas dan teleponnya yang ga aku angkat. Aku cuma ga mau bikin kamu khawatir lebih karena masih banyak hal yang harus kamu selesain. Sukses buat seminarnya yah, aku dukung kamu kok mak. You are my beloved friend, Miss u mak”

 

“maaf arya, kamu jadi ada diantara aku dan para sahabatku, maaf untuk beribu kata yang tak tersampaikan. Bukan aku ga percaya kamu, tapi mungkin untuk saat ini lebih baik kamu ga tahu apa-apa. Saat aku bales YM-an itu yang terfikir adalah kamu bukanlah temen-temen lamaku [mereka] yang tahu dan mengerti aku lebih, jadi ga akan ikut-ikutan khawatir seperti mereka dan juga ga akan ada pertanyaan-pertanyaan besar lainnya. Tapi ternyata aku salah, dengan kejadian kemarin salah satu temenku ngerasa jadi “bukan teman yang baik” seperti yang kamu bilang, tapi apa daya semua udah kejadian. Aku minta maaf banget udah bikin kamu ikutan pusing dan mikir. Maafin aku ya?? Oh iya satu lagi, aku percaya kamu kok jadi jangan bilang lagi ‘km percaya aku kan non?" 

 

Teman, terimakasih untuk jadi temanku

Sahabat, terimakasih untuk jadi sahabatku

 
Tiada terkira rasa indahnya bila bersama kalian, tiada resahnya jika berkumpul bersama kalian dan tiada dua bahagianya ada di tengah-tengah kalian.

 
Aku hanya ingin bilang bahwa aku akan baik-baik saja, aku janji demi kalian.

 

Tunggu aku sampai saatnya nanti aku berhasil membunuh perasaan sakit ini dan membuang jauh-jauh ketidaknyamanku. Tetaplah menunggu sampai tiba waktunya.

 

 

 

 

**Dikala mencuri waktu dari kebiasaan baruku [menangis]
  Coba air mata itu rasanya manis pasti aku mau sering-sering nangis apalagi kalau ga pake bengkak :)

                            

Comments

iya gpp enie...

kesedihan yang kamu sekarang alami akan membuatku lebih dewasa menata hati..untuk bisa menerima orang lain yang laen dari apa yang kamu rasakan di hati...
menangis itu nikmat eni..maka dalam tangisan itu rasakan apa yang dapat membuang jauh rasa sakit itu dan raihlah kebahagiaan didalamnya..karena tidak semua orang dapat merasakan tangisan yang sangat indah itu...
titip pesan buatmu...
jangan tangisi cinta yang hilang namun tangisilah akan dosa yang ada dalam diri kita..boleh menangisi cinta yang hilang karena cinta adalah bagian anugrah yang diberikan Alloh dan akan dirasakan oleh semua orang..tapi ingat itu dah ada yang mengaturnya dan kamu harus kembali kepadaNya
okey...luv u

diana : thank you so much.. luv u too my beloved friend

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

eN's poem

  • LoveNie: "atas nama cinta"
    apakah anak manusia lahir atas nama cinta apakah kehidupan berjalan ini didasari cinta apakah kematian juga dijemput karena cinta suara tangis terdengar ketika helaan napas terakir sang ibu terlepas persoalan datang menghadang disetiap detik jantung kehidupan dan peninggalan bersisa ditinggal entah untuk diapakan karena tak mungkin dibawa mati dunia baru terlihat indah dan mengagumkan dunia fana terlalu perih buat dijalani dan dunia gaib mungkin akan dinikmati. cinta dari hatimu akan melahirkan kehidupan buah dari kerja kerasmu akan dinikmati oleh kehidupan dan kematian akan membawamu pada kehidupan setelahnya 16.12.06
  • LoveNie: "apakah bisa dibilang cinta"
    bolehkah saat itu ku berucap ketika mata ini pertama tertuju padamu sedesir perasaan kagum hinggap merasa terpesonakah diriku belum tau apa namanya ketika hati ini mulai bertaut mengangguk seakan seperti naluri manusia yang tahu akan tempat hati tertunjuk entah mengapa, rasa ini menyakitkan rasa sembilu muncul ketika merasa seperti penderitaan yang tersiratkan apakah dapat bila dibilang cinta pantasakah aku dapatkan rasa itu jika semua hal seakan tidak peduli haruskah terus ku berharap satu ketika cinta ini semakin tak terkendali 25 juni 2006 (23.03)