« Heart Song | Main | Surat Untuk Sahabat »

02/03/2008

Ketika seorang pencemburu curhat kepada si yang sering dicemburui



“Kenapa ya mba dia1 tuh ga pernah bisa jujur sama aku tentang dia2??”

 
“Emang dia2 sebaik apa sih mba??”

 
“Emang dia2 sehebat apa sih mba?? Sampai-sampai dia1 rela ngorbanin apa aja buat dia2”

 

 

 Spechless saya…

 

Segitunya kah perasaan si gadis ini?? ya saya tahu dia amat kecewa dengan dia1 karena tidak pernah jujur dan terbuka untuk masalah yang satu ini. Masalah yang sebenarnya bukan masalah besar, tapi cukup rumit untuk dijelaskan apalagi dijabarkan dengan ilmu aljabar. Hehe. Buat saya masalah percintaan kadang sering bikin kepala ini sakit, perasaan ini tercabik-cabik dan fikiran ini melenceng jauh. Entah itu love story-nya orang lain atau love story saya sendiri, ya yang pasti kalau pengalaman pribadi saya tentang cinta sih ga pernah ada ceritanya indah tuh, pasti kelam semua [hhh…menghela nafas sesaat].

 

Untuk case kali ini si gadis yang merupakan adiknya sahabat saya sekaligus pacarnya teman saya dan orang yang selalu cemburu sama teman saya juga [nah lo bingung,,bingung deh lo] sekarang sedang merasa bahwa hubungannya sangat tidak sehat. Karena selalu dibayangi rasa ketidaknyamanan atas ketidakJUJURan dan ketidakMENGERTIan dia1 akan perasaannya. Gadis ini pernah merasa sakit hati karena pada satu ketika dibohongi dia1 yang diam-diam menemui dia2 di satu kesempatan tanpa konfirmasi sebelumnya. Entah awal mulanya bagaimana?? Tapi yang jelas memang kejadian waktu itu bikin dia trauma dan benar-benar sakit hati pada dia1 dan dia2.

 

Hmm menurut saya cemburu itu wajar koq dalam hal berpacaran [ciye elah,,sok banget gw padahal pacaran aja kga pernah ;p] sebatas rasa cemburu itu dengan kadar yang normal dan dalam kondisi yang aman. Maksudnya cemburu boleh aja asal jangan cemburu buta, dan tau siapa yang perlu dicemburui dan siapa yang ga ‘penting’ dicemburui. Gitu loch. Dalam case si adek ini sih sebenernya wajar kalau dia sampai cemburu begitu karena memang ya dia1 emang rada-rada, lagian ngapain juga harus keep silent kalo cuma mo nemuin dia2? Bilang aja jujur napah kalau emang mau kontak atau mau pergi atau mau ketemu atau apalah yang berhubungan sama si dia2 itu. Ga perlu ditutup-tutupin, lagian yang namanya kebohongan lambat laun akan ketauan juga koq. Saya ga tau ya, sebenernya ada motif apa dibalik sikap NGUMPETNYA itu? Tapi bentar, si dia2 pernah ngomong sih sama saya kalau si dia1 itu CEMEN, PENGECUT dan GA GENTLE gitu. Saya sih sampai sekarang juga ga ngerti apa maksudnya, tapi sepertinya sedikit-sedikit saya mulai menyadari bahwa……… [ga mau berasumsi aahh]. Lepas dari soal cemen-cemenan, yang pasti si gadis ini ternyata mikirnya sampai jauh loh, dia jadi berasumsi bahwa dia1 itu berfikir kalau pacarnya [si gadis] akan mengapa-apain si dia2 kalau sampai ketahuan mereka saling kontak it’s mean kalau si gadis berfikir apakah dirinya segitu jahatnya kah?? Segitu sadisnya kah?? Segitu kuatnya kah sampai-sampai dia1 berfikir kalau dia akan menganiaya dia2 [sadis,,,*hiperbolis mode on*]. Ribet euy nyeritainnya.

 

 
“Kenapa sih mba, dia1 pengen banget ngejagain dia2 dan bilang kalau dia2 salah satu dari berapa orang di dunia ini yang akan selalu dilindungi?”

“Kenapa sih mba, aku yang pacarnya tapi dia ga bisa terbuka untuk ngomongin segala sesuatu dan lebih memilih ngomong sama dia2?”

 


“Kenapa sih mba, harus ada dia2 diantara aku dan dia1?”

 

 dan masih banyak lagi…

 

Terus terang saya sih belum bosan dan Insyallah ga akan pernah bosen denger cerita si adik kecil ini, karena saya senang koq jadi Problem Solver untuk orang lain. Karena ini juga bukan untuk yang pertama kali koq saya jadi pendengar yang baik , penyejuk hati ataupun penasehat sejati *halah lebay deh* tapi lebih tepatnya sih tong sampah. Haha. Walaupun terkadang saya bingung mencari siapakah Problem Solver untuk diri ini?? Saya kadang suka kasian sama gadis ini, sering banget nyakitin diri sendiri dengan hobinya menangis. Padahal nangis juga ga akan ngerubah apapun bukan?? Makanya saya cuma pengen kasih spirit sama dia, kasih kekuatan, syukur-syukur bisa ngasih nasehat yang akan membuat semua menjadi lebih baik. Amien.

 

Pertama-tama dia minta nasehat saya untuk gimana caranya bisa menghilangkan rasa cemburunya sama si dia2 dan sekaligus membuang prasangka buruk yang bikin sakit hati terus-menerus [penyakit hati tuh]. Saya bilang “kamu tau ga apa rasanya dicemburuin?? Cobain deh sekali-kali ntar pasti berasa”, saya minta dia untuk menempatkan diri sebagai si dia2 yang notabenenya si tersangka atau si yang dicemburui. Kemudian baru saya jelaskan bagaimanakah rasanya menjadi sosok yang seperti itu, “tau ga dek rasanya?? Ga enak banget, nyakitin, rasanya seperti makan buah simalakama, sama sakitnya sama yang cemburu, kita ga pernah ngelakuin hal-hal yang negative, ga melakukan kejahatan, dan ga berbuat hina tapi berasa ada dosa di depan mata, ada orang yang sakit hati karena kita, ada orang yang benci sama kita, ada orang yang marah sama kita bahkan mungkin akan memaki-maki [lebay] dan ada orang menderita karena kita. Padahal kita ga ngapa-ngapain?? Rasanya lebih sakit dari yang dicemburui, rasanya lebih rendah dari yang hina dan lebih nista dari yang kotor” wuuu…… Ya karena pengalaman pribadi maka lancarlah saya berfalsafah *tsah*.

 

Mungkin cuma dari situ gadis itu mulai mengerti kali ya, bahwa ga ada fungsinya dia cemburu sama si dia2 karena hubungan mereka pure cuma temenan/sahabatan tanpa embel-embel lainnya. Lagipula si dia2 sudah punya belahan jiwanya koq, jadi ga ada alasan juga kalau masih cemburu, kecuali saya. Jelas karena masih tetap setia menjomblo ga jelas, wajar kalau dicemburui banyak orang. Kemudian si gadis sudah mulai menata hati, dimulai dengan membuang jauh-jauh negative thinking-nya, rasa cemburunya, rasa sakit hatinya dan mulai menjalin komunikasi yang baik dengan si dia2. Percaya ga percaya bahwa komunikasilah yang dapat meruntuhkan dinding antara si A dan si B yang ibaratnya si pencemburu dan yang dicemburui agar lebih bisa bertukar fikiran antara satu sama lain. Tau isi otak masing-masing gitu deh bahasa gampangnya.

 

“Aku udah coba mba untuk bisa baik sama dia2 walaupun dalam hati masih sakit hati banget sama masalah yang dulu, tapi kenapa dia1 ga bisa ngeliat niat baik aku dan malah nutup-nutupin kalau ada segala sesuatu yang berhubungan sama dia2”

 

“Emang aku dianggep apa mba??”

 

Nah kalo pertanyaan yang terakhir bukan kompetensi saya untuk ngejawab :) 

 

“Kenapa sih dia1 ga pernah bisa jujur sama aku?”

 

“Kenapa sih dia1 ga bisa ngertiin perasaan aku?”

 

“Kenapa sih dia1 selalu ngebohongin aku untuk masalah dia2?”

 

Kayanya pertanyaan itu pantasnya diajukan ke dia1 deh…Karena kalau ke aku sama-sama ga ketemu jawabannya.

 

Rasanya kalian perlu komunikasi dua arah dulu deh baru memperluas jaringan jadi tiga arah..hehehe…antara aku, kamu dan dia [gitu pribahasanya].

 

Aku sebenernya niat banget untuk mencari tahu ada apakah gerangan, akan tetapi dia1 ini orangnya super cuek dan sedikit sensitive kalau untuk masalah beginian. Aku mungkin bukan orang yang menurutnya tepat untuk diajak diskusi untuk hal ini. Pernah aku coba tanya, tapi jawabannya datar dan terkesan ga ada respon, so close case aja kalo gitu. Tunggu kesempatan yang lain ajah saat dia benar-benar siap dan enak untuk diajak bicara. Terus terang sayapun memang bukan orang yang teramat dekat dengan dia1 karena semula yang dekat dan yang sering bertukar fikiran dengan dia1 adalah dia2, namun apakah dengan cara meminta pertolongan dia2 akan menyelesaikan masalah yang terjadi antara dia1 dan si gadis?? Saya rasa itu bukan cara yang tepat…tapi ga tau juga deh, perlu dicoba ga yah??

 

So buat si gadis sekaligus adik kecil, sabar ya, aku cari timing yang tepat untuk sharing sama dia1 itu tapi inget ga boleh cemburu loch,,,hehehe *piss yo*

 

 

 

Dia1  : pacar si gadis yang notabenenya teman saya
Dia2 : teman/sahabat wanitanya dia1 atau si yang dicemburui yang notabenenya teman saya [juga].

                            

Comments

fuuuuhhh....untung ada keterangan dia1 dan dia2.sempet bingung-e.

selamat datang kembali

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

eN's poem

  • LoveNie: "atas nama cinta"
    apakah anak manusia lahir atas nama cinta apakah kehidupan berjalan ini didasari cinta apakah kematian juga dijemput karena cinta suara tangis terdengar ketika helaan napas terakir sang ibu terlepas persoalan datang menghadang disetiap detik jantung kehidupan dan peninggalan bersisa ditinggal entah untuk diapakan karena tak mungkin dibawa mati dunia baru terlihat indah dan mengagumkan dunia fana terlalu perih buat dijalani dan dunia gaib mungkin akan dinikmati. cinta dari hatimu akan melahirkan kehidupan buah dari kerja kerasmu akan dinikmati oleh kehidupan dan kematian akan membawamu pada kehidupan setelahnya 16.12.06
  • LoveNie: "apakah bisa dibilang cinta"
    bolehkah saat itu ku berucap ketika mata ini pertama tertuju padamu sedesir perasaan kagum hinggap merasa terpesonakah diriku belum tau apa namanya ketika hati ini mulai bertaut mengangguk seakan seperti naluri manusia yang tahu akan tempat hati tertunjuk entah mengapa, rasa ini menyakitkan rasa sembilu muncul ketika merasa seperti penderitaan yang tersiratkan apakah dapat bila dibilang cinta pantasakah aku dapatkan rasa itu jika semua hal seakan tidak peduli haruskah terus ku berharap satu ketika cinta ini semakin tak terkendali 25 juni 2006 (23.03)