« Radang yang meradang… | Main | Ketika seorang pencemburu curhat kepada si yang sering dicemburui »

28/02/2008

Heart Song

 

Ketika rinai air hujan turun membasahi bumi tak ayal semuanya pun basah tanpa ampun, begitupun ketika air mata tak lagi dapat dibendung semua keluh kesah campur baur tumpah menjadi tetesan-tetesan itu. Semua berubah mengharu biru, seakan alampun tahu bahwa sesakan hati memilu tajam. Lelah sudah menempuh separuh perjalanan ini namun tak kunjung temukan jalan terakhir untuk sampai ke tujuan. Terhenti di tengah hanya akan membuat kesulitan maka putusan fatalpun tersembul untuk kembali meniti jalan pulang.

 

I've been living with a shadow over head
I've been sleeping with a cloud above my bed
I've been lonely for so long
trap in the past that I just cant seem to move on

 
I've been hiding all my hopes and dreams away
Just in case I havent need them again someday
I've been setting a sad time
to clean a little space in the corners of my mind

 
All I wanna do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love

 
I've been watching above the stars refuse to shine
I've been sending but I just don’t see the sign
I know that its out there
Theres got to be something for my soul somewhere

 
I've been looking for someone to shed some light
Not somebody just to get me through the night
I could use some directions
And I'm open to your suggestion

 
All I wanna do is find a way back into love
I cant make it through without a way back into love
And if I'm open my heart again,
I guess I'm hoping you'll be there for me
In the end

 
There are moment where I don’t know what its real
Or its funny about the feel the way I feel
I need insuration not just another negotiation

Lyric by Hugh Grant & Drew Barrimore [Way back into love]

 

Akhirnya saya pulang ke peraduan, mengadu sampai gaduh dan mengeluh tanpa ampun. Serasa inilah pilihan terakhir yang akan dibuat, pulang dengan tangan hampa tanpa sedikitpun senyum kemenangan. Kesadaran menghentakkan jiwa dan batin ini ketika banyak hal yang dirasa tak berprikemanusiaan terpampang jelas di liku perjalanan hidup. Entah rasanya seperti mimpi menjalani kehidupan seperempat bagian dalam tahun ini. Putus sudah semangat pengharapan yang kemarin dikumandangkan. Letih sudah penantian yang sempat diperlihatkan kemarin. Dan akhirnya lagi-lagi penyerahan tanpa syarat jurus terakhir yang mampu dipersembahkan untuk kehidupan saya.

 

You did it again
You did hurt my heart
I don’t know how many times
You… I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down


You turn my whole life so blue
Drowning me so deep,  I just can reach myself again
You successfully tore my heart
Now it’s only pieces
Nothing left but pieces of you

You frustated me with this love
I’ve been trying to understand
You know i’m trying i’m trying
You.. I don’t know what to say
You’ve made me so desperately in love
and now you let me down

Lyric by Ten 2 Five [You]

 

Sadar bahwa kehidupan tidak akan terus berada di sini, maka menyiapkan langkah selanjutnya adalah hal yang wajib dilakukan dengan sigap. Mengawali setiap tindakan dengan doa dan niat yang baik harus diutamakan agar segala sesuatu dapat berjalan semestinya. Bersiap untuk mengambil ancang-ancang bangun dan berdiri, walaupun saya sepenuhnya sadar bahwa untuk kembali berdiri dan melangkah lagi perlu menyeleksi waktu. Namun alampun tak akan mau menunggu jika keteguhan hati tak segera beranjak, harus sekarang, harus dimulai dan harus bisa. Yakinkan hati.

 

Tell me is it worth the pain
When your pride plays the wrong game
Blinded by suspicious mind
Though you could read my heart and cross the line
In everything you see…
Keep everything back me


Though my broken heart
Tear my dreams apart
I’ll be all right
I’ll be all right
Just a broken heart
Not a word to fight
I’ll be all right
I’ll be all right

 
Deep that bad taste in your mouth
Half your truths stay on your side
Unleash all your demons free
They’ve been hiding
All that you’ve refused to see

 
Take everything back me

 
Obvious inside I’ll be all right
Through the years, many tears I have wasted
I’ve moved on, moving on
Can’t erased, can’t replaced what I’ve tasted 

Lyric by Anggun [I’ll be alright]

 

 
Terima kasih untuk tetesan air hujan, terima kasih untuk petir menggelegar, terima kasih untuk derasnya rintikan dan terima kasih alam untuk mau bicara. Semoga tidak hanya alam yang mampu membangunkan jiwa akan tetapi makhluk alam ini seyara sontak memberikan sedikit kesempatan diri untuk dapat menikmati hangatnya sinar mentari, siangnya terik matahari, dan lembutnya cahaya panas sang surya.

 

Thank you India
Thank you terror
Thank you disillutionment
Thank you frailty
Thank you consequence
Thank you silent

Lyric by Alanis Morriset [Thank you]

 

 

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .


My Photo
Powered by Friendster Blogs

eN's poem

  • LoveNie: "atas nama cinta"
    apakah anak manusia lahir atas nama cinta apakah kehidupan berjalan ini didasari cinta apakah kematian juga dijemput karena cinta suara tangis terdengar ketika helaan napas terakir sang ibu terlepas persoalan datang menghadang disetiap detik jantung kehidupan dan peninggalan bersisa ditinggal entah untuk diapakan karena tak mungkin dibawa mati dunia baru terlihat indah dan mengagumkan dunia fana terlalu perih buat dijalani dan dunia gaib mungkin akan dinikmati. cinta dari hatimu akan melahirkan kehidupan buah dari kerja kerasmu akan dinikmati oleh kehidupan dan kematian akan membawamu pada kehidupan setelahnya 16.12.06
  • LoveNie: "apakah bisa dibilang cinta"
    bolehkah saat itu ku berucap ketika mata ini pertama tertuju padamu sedesir perasaan kagum hinggap merasa terpesonakah diriku belum tau apa namanya ketika hati ini mulai bertaut mengangguk seakan seperti naluri manusia yang tahu akan tempat hati tertunjuk entah mengapa, rasa ini menyakitkan rasa sembilu muncul ketika merasa seperti penderitaan yang tersiratkan apakah dapat bila dibilang cinta pantasakah aku dapatkan rasa itu jika semua hal seakan tidak peduli haruskah terus ku berharap satu ketika cinta ini semakin tak terkendali 25 juni 2006 (23.03)