in a DOUBT
Saya sedang ingin curhat,,,
jika anda-anda-dan-anda yang sering berkunjung dan membaca blog ini tidak ingin mendengarkan curahan hati saya, lebih baik di close saja, OK??
Yups,, setuju [katanya]
Kali ini perasaan saya benar-benar sedang absurd, saya hampir menjadi orang lain selama ini ternyata. Entahlah kenapa hal ini bisa dengan begitu saja terjadi, saat teman sekantor saya berkata "kemana aja lo??udah 3 bulan PDKT??tapi masih gatau apa-apa tentang dia??" *gubraks*. Gila!! Saya baru saja sadar ternyata selama ini saya belum kenal dia lebih jauh, hanya tau dia luarnya ajah.
Tergeraklah saya bertanya untuk sekedar lebih tahu siapa dirinya, maka mulailah dengan perbincangan awal melalui media Messenger ini, begini :
saya : tanggal lahir km kpn tho??
dia : penting ya??
*gubraks*
[nilai sendiri siapa yang bodoh saat itu??]
Baru mau memulai pembicaraan eh malah udah dapet tanggepan yang kaya gitu, ihhh capee dee...mutung aja langsung.
Apa mungkin selama ini saya hanya menilai karakternya, mencari tahu sifatnya, berusaha menerima semua yang ada pada dirinya [padahal juga ga tau sama sekali], menjadi sok legowo (sifat menerima) ketika lama dicuekin dan didiemin gitu ajah dan menjadi lunak serta baik hati saat dia datang melalui sms permintaan maafnya. Sok nerima banget deh saya, padahal ya ga seperti itu perasaannya. Kesel, gondok, BT, kecewa semua campur aduk ketika hal-hal yang ga bisa diterima otak tanpa sadar mengganggu keinginan.
Sebentar sesaat berasa orang yang lagi fallin in love tapi seketika kemudian balik jadi broken heart. Bingung harus gimana jadinya, kadang ngerasa deket banget udah berasa [gw siapanya dia dan dia siapanya gw] tapi sesaat kemudian juga berubah jadi orang normal biasa yang baru saling kenal dan ngobrolin hal-hal yang ga penting [banget].
Saya belum mengerti rasa ketertarikan saya terhadap lawan jenis itu harus diukur dari segi mananya? Dari fisiknya kah? kepribadiannya kah? karakternya kah? latar belakangnya kah? tindak tanduknya kah? prinsip hidupnya kah? tingkat kemapanannya kah? ato malah dari isi kantongnya? *matre mode on* deh. Sumpah sampai detik ini saya belum mendapat jawaban yang bisa bikin saya jadi rasional seperti biasanya.
Terkadang komunikasi secara verbal dan non verbal diantara saya dan dia berjalan sangat baik, tetapi lebih banyak blank-nya. Kadang tidak ada kabar, kadang ada kabar tapi cuma dengan bahasa yang sangat datar, kadang berkabar ria, kadang ga jelas antara ada dan tiada, dan ya begitulah.
Diantara ketidakjelasan saya dan dia kemudian timbul pertanyaan, sebenernya antara saya dan dia ada apakah gerangan?? Saya sendiri juga bingung kalau ditanyain orang sebenarnya antara saya dan dia itu ada apa?? Karena sampai saat ini belum ada pernyataan ataupun perkataan yang keluar dari bibir apalagi perbuatan *halah*. Hanya saya, dia dan Tuhan yang tau apa isi hati masing-masing. Ugh dalem.
Kemudian sejak pertanyaan-pertanyaan ini mulai menggelantung difikiran si DOUBT yang sudah saya wanti-wanti untuk tidak hadir ternyata dengan indahnya nongol disaat saya benar-benar tidak siap. Lagi dan lagi [sambil nyanyi lagunya Andra&The Backbone] kisah perjalanan cinta saya harus jalan menggantung dan tidak jelas. Keraguan itu muncul ketika saya melayangkan fikiran apakah saya dan dia punya perasaan yang sama dan bahkan visi dan misi yang sama untuk ke depannya. Tapi yang ditakutkan kalau itu hanya keinginan dari sepihak dan bukan win-win solution dari apa yang terjadi.
Kalaupun nantinya saya dan dia ditakdirkan bersama [ciyeh] apakah saya siap sebagai pasangannya yang akan terlalu banyak dicuekin dan dinomor sekian setelah hal-hal yang belum saya ketahui?? "emang lo siap dicuekin gitu?" kata-kata itu yang selalu saya ingat. Dan jika memang tidak pernah ada takdir diantara saya dan dia apakah saya juga siap menerima kenyataan bahwa saya gagal lagi untuk memulai suatu hubungan yang baru. Siap sakit hati lagi?? Siap ditinggalin lagi?? Siap di'lepeh' gitu ajah setelah dideketin. Ichh jadi parno sendiri dah.
Satu hal yang harus dititik beratkan dalam case ini yaitu jika [mungkin] saya ingin mempunyai satu relationship dengan orang lain hendaknya dilandasi dengan komitmen yang setujui kedua belah pihak [seperti kata teman saya "kl memulai relationship sih emng hrs ada komitmen kali.."]. So untuk ke depannya saya harus lebih selektif lagi dalam melangkah dan bertindak jangan sampai apa yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip hidup ataupun pandangan hidup seorang enie. Gitu.
Tapi saya sedikit terhibur dengan apa yang dikatakan salah satu teman sekaligus fans *PD dasyat mode on* bahwa "jika ada seseorang yang bisa menerima saya satu paket lengkap dengan kelebihan bahkan keterbatasan saya maka orang itulah yang benar-benar menyayangi saya". Jadi terharu,,terimakasih teman!!
Akhirnya saya berharap [sangat] bahwa postingan ini memberi saya banyak pelajaran untuk mengerti arti relationship yang sebenarnya, tentang komitmen dan tata cara berhubungan yang baik dan benar *lha kaga nyambung dah*. Semoga dia [iya kamu] tidak membaca postingan saya ini, kalau baca juga ya saya hanya berharap dia tau dan mengerti apa yang sedang saya rasakan sekarang tapi semoga kamu tetap sibuk-sibuk-dan sibuk. [big smile] hehehe.
Di sela-sela waktu sangat senggang saya di kantor sambil chatting dengan beberapa teman :)

