« December 2007 | Main | February 2008 »

28/01/2008

in a DOUBT

Saya sedang ingin curhat,,,
jika anda-anda-dan-anda yang sering berkunjung dan membaca blog ini tidak ingin mendengarkan curahan hati saya, lebih baik di close saja, OK??

Yups,, setuju [katanya]

Kali ini perasaan saya benar-benar sedang absurd, saya hampir menjadi orang lain selama ini ternyata. Entahlah kenapa hal ini bisa dengan begitu saja terjadi, saat teman sekantor saya berkata "kemana aja lo??udah 3 bulan PDKT??tapi masih gatau apa-apa tentang dia??" *gubraks*. Gila!! Saya baru saja sadar ternyata selama ini saya belum kenal dia lebih jauh, hanya tau dia luarnya ajah.

Tergeraklah saya bertanya untuk sekedar lebih tahu siapa dirinya, maka mulailah dengan perbincangan awal melalui media Messenger ini, begini :
saya : tanggal lahir km kpn tho??
dia   : penting ya??
*gubraks*
[nilai sendiri siapa yang bodoh saat itu??]
Baru mau memulai pembicaraan eh malah udah dapet tanggepan yang kaya gitu, ihhh capee dee...mutung aja langsung.

Apa mungkin selama ini saya hanya menilai karakternya, mencari tahu sifatnya, berusaha menerima semua yang ada pada dirinya [padahal juga ga tau sama sekali], menjadi sok legowo (sifat menerima) ketika lama dicuekin dan didiemin gitu ajah dan menjadi lunak serta baik hati saat dia datang melalui sms permintaan maafnya. Sok nerima banget deh saya, padahal ya ga seperti itu perasaannya. Kesel, gondok, BT, kecewa semua campur aduk ketika hal-hal yang ga bisa diterima otak tanpa sadar mengganggu keinginan.

Sebentar sesaat berasa orang yang lagi fallin in love tapi seketika kemudian balik jadi broken heart. Bingung harus gimana jadinya, kadang ngerasa deket banget udah berasa [gw siapanya dia dan dia siapanya gw] tapi sesaat kemudian juga berubah jadi orang normal biasa yang baru saling kenal dan ngobrolin hal-hal yang ga penting [banget].

Saya belum mengerti rasa ketertarikan saya terhadap lawan jenis itu harus diukur dari segi mananya? Dari fisiknya kah? kepribadiannya kah? karakternya kah? latar belakangnya kah? tindak tanduknya kah? prinsip hidupnya kah? tingkat kemapanannya kah? ato malah dari isi kantongnya? *matre mode on* deh. Sumpah sampai detik ini saya belum mendapat jawaban yang bisa bikin saya jadi rasional seperti biasanya.

Terkadang komunikasi secara verbal dan non verbal diantara saya dan dia berjalan sangat baik, tetapi lebih banyak blank-nya. Kadang tidak ada kabar, kadang ada kabar tapi cuma dengan bahasa yang sangat datar, kadang berkabar ria, kadang ga jelas antara ada dan tiada, dan ya begitulah.

Diantara ketidakjelasan saya dan dia kemudian timbul pertanyaan, sebenernya antara saya dan dia ada apakah gerangan?? Saya sendiri juga bingung kalau ditanyain orang sebenarnya antara saya dan dia itu ada apa?? Karena sampai saat ini belum ada pernyataan ataupun perkataan yang keluar dari bibir apalagi perbuatan *halah*. Hanya saya, dia dan Tuhan yang tau apa isi hati masing-masing. Ugh dalem.

Kemudian sejak pertanyaan-pertanyaan ini mulai menggelantung difikiran si DOUBT yang sudah saya wanti-wanti untuk tidak hadir ternyata dengan indahnya nongol disaat saya benar-benar tidak siap. Lagi dan lagi [sambil nyanyi lagunya Andra&The Backbone] kisah perjalanan cinta saya harus jalan menggantung dan tidak jelas. Keraguan itu muncul ketika saya melayangkan fikiran apakah saya dan dia punya perasaan yang sama dan bahkan visi dan misi yang sama untuk ke depannya. Tapi yang ditakutkan kalau itu hanya keinginan dari sepihak dan bukan win-win solution dari apa yang terjadi.

Kalaupun nantinya saya dan dia ditakdirkan bersama [ciyeh] apakah saya siap sebagai pasangannya yang akan terlalu banyak dicuekin dan dinomor sekian setelah hal-hal yang belum saya ketahui?? "emang lo siap dicuekin gitu?" kata-kata itu yang selalu saya ingat. Dan jika memang tidak pernah ada takdir diantara saya dan dia apakah saya juga siap menerima kenyataan bahwa saya gagal lagi untuk memulai suatu hubungan yang baru. Siap sakit hati lagi?? Siap ditinggalin lagi?? Siap di'lepeh' gitu ajah setelah dideketin. Ichh jadi parno sendiri dah.

Satu hal yang harus dititik beratkan dalam case ini yaitu jika [mungkin] saya ingin mempunyai satu relationship dengan orang lain hendaknya dilandasi dengan komitmen yang setujui kedua belah pihak [seperti kata teman saya "kl memulai relationship sih emng hrs ada komitmen kali.."]. So untuk ke depannya saya harus lebih selektif lagi dalam melangkah dan bertindak jangan sampai apa yang dilakukan tidak sesuai dengan prinsip hidup ataupun pandangan hidup seorang enie. Gitu.

Tapi saya sedikit terhibur dengan apa yang dikatakan salah satu teman sekaligus fans *PD dasyat mode on* bahwa "jika ada seseorang yang bisa menerima saya satu paket lengkap dengan kelebihan bahkan keterbatasan saya maka orang itulah yang benar-benar menyayangi saya". Jadi terharu,,terimakasih teman!!

Akhirnya saya berharap [sangat] bahwa postingan ini memberi saya banyak pelajaran untuk mengerti arti relationship yang sebenarnya, tentang komitmen dan tata cara berhubungan yang baik dan benar *lha kaga nyambung dah*. Semoga dia [iya kamu] tidak membaca postingan saya ini, kalau baca juga ya saya hanya berharap dia tau dan mengerti apa yang sedang saya rasakan sekarang tapi semoga kamu tetap sibuk-sibuk-dan sibuk. [big smile] hehehe.

Di sela-sela waktu sangat senggang saya di kantor sambil chatting dengan beberapa teman  :)

                            

17/01/2008

Januarian di Jogjakarta [part 1]

Cerita Kami,,,

9 Januari 2007
in Train

Pukul 22.00 wib berangkat dari stasiun Senen dengan semangat '45 karena ingin segera bertemu dengan teman-teman sekampus, sejurusan, seangkatan, seperjuangan, sepermainan, sependeritaan, dan se-se-semuanya..[intinya ga jelas ;p]. Awalnya sih saya fikir ya cuma kami berlima ini yang akan pergi ke kota indah itu, saya, geo, genduk, om jin dan dekrul. Tapi ternyata ada additional personal lagi dan saya tidak menyangkan kalau itu dia [si wanita pencemburu,,dulu seeh,,piss yo,,hehe]. Hampir saja saya memperlihatkan sifat asli saya yang sebenernya [*jutek mode on*] akan tetapi saya ingat akan satu hal, yaitu "tidak boleh merusak kebahagian orang lain untuk kepentingan egoistis" hehe, so saya kemudian "melunakan" hati ini. "Maaf ya vin, terkadang manusia bisa khilaf bertindak" hihi pembelaan diri.

Kami naik kereta rakyat alias ekonomi dengan nama "Kereta [Argo] Progo" [ngarep banget jadi argo] dengan waktu pemberangkatan yang molor satu jam lebih. Kereta kelas "kambing" ini tiba setelah bejibun kereta-kereta lainnya pada was-wes-wos [melintas] dengan gagahnya [ya iyalah, sapa juga yang mau ngalangin kereta lewat? yang ada kita yang "lewat" alias mokat ketabrak kereta..hehe..terlalu imajinatif saya :p]. Naik kereta dengan perasaan was-was [ati2 copet maksudnya] trus berduyung-duyung dengan penumpang lainnya untuk segera masuk ke dalam gerbong kereta. "Ampun dah, sabar napa ouy!!" begitulah kira-kira teriakan saya waktu itu. Setelah dengan sukses masuk ke dalam gerbong, kemudian bingung?? *eng-ing-eng* mana nomornya tempat duduknya?? batin saya, trus molongo-molongo kaya orang bego. Setelah sibuk mencari dapatlah tempat duduk buat 6 orang [au dah no-nya berapa] yang penting dapet tempat duduk ajah, trus duduk manis deh. eh selang berapa menit udah diusir2 orang katanya ini tempat duduknya, nah mulailah kami mencari tempt duduk yang sesuai urutan karcis. Udah anteng-anteng nih duduk manis, wuih diusir lagi kita ternyata no karcis kami 5a,5d,5c,5d,19c,20a,20b sedangkan bangku yang kami duduki 5a,5b,5c,6a,6b,6c, yah terpaksa diusir si bapak yang punya karcis sama anak-anaknya itu [duh pengalaman pait banget dah, beli 7 karcis cuma dapet 5 kursi] saking penuhnya tuh kereta sampe kita harus mengalah sama orang yang ga dapet kursi tapi punya karcis dan orang-orang yang beli karcis di calo [keparat] itu. Akhirnya kita nyerah dengan keadaan yang bener2 ga kondusif itu [gw berasa udah pengen ngamuk tauk, tapi ditahan..hehe], 3 kursi yang berjejer dipakai untuk 4orang teman saya sedangkan saya di bangku sebaliknya bersama teman yang lain. Sungguh pengalaman luar biasa, mana tu kereta berhenti di setiap stasiun coba?? panas, gerah, sumpek, berisik, kotor dan penuh asap rokok. Untungnya kami beramai-ramai jadi masih bisa tertolong agak "have fun" dikit, emosi yang memuncak perlahan-lahan menurun karena berfikiran bahwa yang menderita bukan hanya saya tapi mereka juga, jadi tak sepantasnya saya berkeluh-kesah terus menerus dan kemudian saya menyiasati kejengkelan ini dengan acara "curhat on train" dengan teman sebelah. Ternyata cukup menghilangkan hawa stress setelah bertukar fikiran dengan bapak yang satu ini.

10 Januari
arrived at Jogjakarta

Setelah tiba di stasiun Wates saya mulai mencium bau tanah nan harum, merasakan hawa dingin bercampur sinar mentari yang hangat, melihat pemandangan super duper hijau, menikmati suasana kereta yang sudah mulai menyusut penumpangnya karena sebagian dari mereka telah sampai pada destinationnya, mendengarkan alunan lagu dari para waria warna-warni [ser ta-ewer-ewer...haha] dan secara tidak sengaja pikiran saya flash back ke masa-masa dimana saya selalu bolak-balik jakarta-jogja setiap 3 bulan sekali, hmm nikmat. Setelah hampir 12jam perjalanan, akhirnya tepat jam10 pagi kami sampai di stasiun Lempuyangan [asli boo, panas banget nih bokong duduk mulu]. Sesampainya di stasiun kami telah disambut dengan penuh antusias oleh serombongan teman yang masih menghuni di kota tersebut [ya bayangin ajah yang dateng 6 orang yang jemput juga 6 orang], huaaaa berpelukan, bersalaman, perpandangan penuh rindu dan sirat kebahagiaan yang tak terbendung. Akhirnya terbayar lunas sudah penderitaan kami selama 12jam ini. Worth it lah,,,

Upacara penyambutan [ca elah udah kaya orang penting ajah] kami selenggarakan dengan acara sarapan pagi soto di depan stasiun tugu,,,uenek tenan dan diiringi lantunan lagu "Jogjakarta"nya Katon Bagaskara oleh seorang pengamen jalanan...wuihh syahdu banget deh, mana agak2 gerimis pula [ini pic-nya].

Setelah beristirahat sejenak di kostan si emak, sorenya kami memulai petualangan di kota yang terkenal dengan gudegnya ini.

  1. First Destination, go to my old kost meet the H1cers and bring a box of brownies for them. Miss my little sisters so much,,,,
  2. Second Destination, go to Mas Coklat House but that's canceled because his in trouble with the family and wanna going to Klaten.
  3. Third Destination, dinner at Ayam Kampung Goreng Lempuyangan, defenetly it's great meals..hmm yummy!!
  4. Fourth Destination, going to alkid means Alun-Alun Kidul of Kraton Yogyakarta, saw many people who walking beetwen the two Beringin trees with closing eyes.
  5. Last destination, take a picture at The Lamp Bridge, location a front of Melia Purosani Hotel.

Karena sudah larut [sudah hampir jam 23.00 wib] dan peraturan di kost tempat saya menumpang mempunyai jam malamnya, maka kami semua sepakat untuk mengakhiri perjalanan di liburan hari pertama kami. Beristirahat, mengembalikan stamina untuk petualangan hari berikutnya, oh iya persiapan menjelang konser GIGI di stadion Mandala Krida esok malam.

Huu pastinya dah ga sabar dounk menantikan cerita saya selanjutnya khan,,,??

Ntar di publish koq, tenang ajah, tapi saya harus men-to be continue-kan postingan ini karena satu-dan-lain-hal [kerjaan boo..!!]

C U next part,,,
[hehehe....*sok bloger*]

 

Cuma Ngetes Doank

Hasil ikut-ikutan si Monyet Pintar


cash advance

Online Payday Loans


tapi saya tidak mengerti apa artinya??adakah yang bisa membantu..intinya apaan neeh??

03/01/2008

Semoga Dia mendengar,,,

Resolusi 2008 saya simple, hanya ingin hidup lebih berwarna tanpa ada beban dan tanpa paksaan. Semoga di tahun ini---love story---saya bisa---happy ending---seperti yang lainnya. Hanya ingin mencintai dan dicintai, ingin mengerti dan dimengerti, ingin memeperhatikan dan diperhatikan, bukannya didekati kemudian ditinggali dan tidak untuk dicintai tapi disakiti. Hanya itu, dan kemudian saya harus tetap menunggu yang dikatakan oleh banyak orang yaitu "sesuatu itu indah tepat pada saatnya".

Semoga Dia mendengar,,,

My Photo
Powered by Friendster Blogs

eN's poem

  • LoveNie: "atas nama cinta"
    apakah anak manusia lahir atas nama cinta apakah kehidupan berjalan ini didasari cinta apakah kematian juga dijemput karena cinta suara tangis terdengar ketika helaan napas terakir sang ibu terlepas persoalan datang menghadang disetiap detik jantung kehidupan dan peninggalan bersisa ditinggal entah untuk diapakan karena tak mungkin dibawa mati dunia baru terlihat indah dan mengagumkan dunia fana terlalu perih buat dijalani dan dunia gaib mungkin akan dinikmati. cinta dari hatimu akan melahirkan kehidupan buah dari kerja kerasmu akan dinikmati oleh kehidupan dan kematian akan membawamu pada kehidupan setelahnya 16.12.06
  • LoveNie: "apakah bisa dibilang cinta"
    bolehkah saat itu ku berucap ketika mata ini pertama tertuju padamu sedesir perasaan kagum hinggap merasa terpesonakah diriku belum tau apa namanya ketika hati ini mulai bertaut mengangguk seakan seperti naluri manusia yang tahu akan tempat hati tertunjuk entah mengapa, rasa ini menyakitkan rasa sembilu muncul ketika merasa seperti penderitaan yang tersiratkan apakah dapat bila dibilang cinta pantasakah aku dapatkan rasa itu jika semua hal seakan tidak peduli haruskah terus ku berharap satu ketika cinta ini semakin tak terkendali 25 juni 2006 (23.03)