Some part missing..
Kata orang mimpi hanyalah bunga tidur, dan terkadang mimpi merupakan keinginan seseorang atau doa sebelum tidur. Saya sih sebelumnya tidak benar-benar percaya itu akan tetapi setelah melewati tidur malam panjang semalaman ini saya akhirnya tersadar. Apakah mimpi itu merupakan doa saya atau memang hanya sekedar bunga tidur saja. Untung semalam mimpi saya indah, coba kalau mimpi buruk? Hayduh ga kebanyang deh.
Di dalam mimpi semalam [entah itu malam atau malah sudah dini hari], saya dan beberapa orang terlihat shalat berjamaah di sebuah masjid, saya sendiri tidak mengenali masjid dimana ataupun namanya. Yang saya ingat cuma saat akan shalat itu saya melihat sosok yang saya kenal, bahkan sosok yang saya harapkan menjadi imam dalam kehidupan saya. Entahlah kenapa justru mimpi yang seperti ini yang mem'bunga'i tidur malam saya. Saya melihatnya ia berjajar di barisan paling depan dan tanpa menghiraukan kalau saya ada di situ juga [kasian banget sih gw :((]. Walaupun dalam mimpi saya itu dia bukanlah yang mengimami jamaah akan tetapi saya merasa dia mengimami saya dalam hati *halah ngarep*.
Aneh banget ya mimpinya...
Ya ya ya saya memang menyukainya dan lebih-lebih setelah melihatnya khusyuk melakukan ibadah, saya tambah-tambah mengaguminya..
berharap saya bisa menjadi makmumnya dalam beribadah bersama dan
dalam kehidupan nyata..
Masih rasional kah?? Hhhh semoga orang-orang 'lain' tidak melihat saya sebagai
"dreamer sejati" ataupun "pengkhayal bebas"
Tapi entah kenapa mimpi itu seakan menjadi tidak jelas di endingnya, karena saya lupa atau mungkin tidak ada ya di mimpi tentang bagian akhir itu...
*masih nggantung*
Atau sepertinya ini hanya kebetulan saja atau malah merupakan sebagai privat message untuk saya agar lebih me'rajin'kan diri dalam beribah khususnya shalat. Ga pernah terfikir sebelumnya sih kalau yang akan menghantarkan pesan itu harus dia [yang tak akan ku sebut namanya].
Sebelumnya saya diingatkan seorang kawan untuk merubah sikap saya terhadap si ibadah, karena saya sudah terlalu lama cuek dan apatis [sebenernya saya cuma mood2an aja sih]. Dan dia sekaligus mengingatkan saya untuk jangan terlalu lama bermain dengan mimpi-mimpi saya terhadap si perasaan, karena sudah sepantasnya saya terjun langsung untuk berperasaan [sebenernya bukannya ga kepengen ngelepas masa jomblo tapi kalau memang bukan ketemu timingnya gimana donk?]
Ya akhirnya saya cuma bisa berdoa dalam perjalanan hidup ini agar selalu diberikan warning-warning untuk perbaikan kehidupan selanjutnya..amien..
and still some part missing...enie :))
